JAKARTA - Kunjungan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI memberikan wawasan baru mengenai perkembangan industri olahraga berbasis digital yang kini tumbuh pesat di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa PJKR Unwahas. Selain mengenal kebijakan olahraga nasional, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peluang ekonomi yang lahir dari transformasi digital di sektor olahraga.
Salah satu mahasiswa peserta, Fajar Nur Yahya, mengaku kunjungan tersebut membuka pandangannya terhadap prospek karier yang lebih luas di bidang olahraga.
“Selama ini kami lebih banyak memahami olahraga dari sisi pendidikan dan pembinaan. Setelah berdiskusi di Kemenpora, kami mengetahui bahwa olahraga juga berkembang menjadi industri yang didukung teknologi digital dan memiliki potensi ekonomi yang besar,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima oleh Asisten Deputi Pengelolaan Jasa, Sarana dan Prasarana Olahraga Kemenpora RI, Tri Winarno. Para mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang turut mendorong pertumbuhan industri olahraga modern.
Mereka diperkenalkan pada berbagai sektor yang kini menjadi bagian dari ekosistem olahraga digital, seperti e-sports, aplikasi kebugaran, platform streaming olahraga, sport technology, hingga perdagangan elektronik perlengkapan olahraga.
Fajar menilai perkembangan tersebut menghadirkan banyak peluang baru bagi lulusan PJKR. Menurutnya, profesi di bidang olahraga tidak lagi terbatas pada guru atau pelatih, tetapi juga mencakup kreator konten kebugaran, pengelola tim e-sports, analis olahraga, hingga pengembang aplikasi olahraga.
Sementara itu, dosen pendamping, Dr. Muhlisin, M.Pd., mengatakan kunjungan lapangan tersebut dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan realitas perkembangan industri olahraga saat ini.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa kompetensi lulusan PJKR dapat dikembangkan ke berbagai bidang, termasuk digital coaching, sport analytics, dan kewirausahaan berbasis teknologi olahraga. Pemerintah juga terus mendorong inovasi dalam sektor ini,” jelasnya.
Menurut Muhlisin, selama sesi diskusi mahasiswa juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi industri olahraga digital, mulai dari kesenjangan akses teknologi di daerah, peningkatan literasi digital bagi pelatih dan atlet, hingga peluang penyelenggaraan event olahraga hybrid yang menggabungkan aktivitas fisik dan virtual.
Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan cendera mata dari Unwahas kepada Kemenpora RI sebagai simbol penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan olahraga.
Pada kesempatan itu, Tri Winarno mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam menghadapi transformasi industri olahraga.
“Dunia olahraga saat ini berkembang sangat cepat dan membutuhkan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi. Peluangnya terbuka lebar bagi mereka yang siap berinovasi,” katanya.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa PJKR Unwahas diharapkan tidak hanya menjadi tenaga pendidik olahraga, tetapi juga mampu berperan sebagai pelaku dan penggerak ekonomi olahraga digital yang inovatif, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.




